Bagaimana 2025 mu, sayang? Apa semua resolusi yang kalian susun rapi di awal tahun sudah terceklist semua? Atau masih yang begitu-begitu aja? Atau hidup yang lebih moncer paripurna? Apapun itu... Nggak berasa banget sih ya kalau 2025 akan segera berlalu.
Dan aku... Yaaa bukan yang bagaimana juga karena setiap perjalanan hidup pasti ada dar der dornya lah setiap hari. Tetapi selama tahun 2025 dan seiring bertambahnya usia, aku tak lagi sibuk menyusun resolusi. Justru lebih ke acceptance dan forgiving. Haseeek.
Bukan karena apa, melainkan karena 2024 adalah tahun yang diawali dengan kebahagiaan lahirnya Berlian Putra namun menuju akhir tahun tepatnya sehari sebelum hari ulang tahunku, rumah tanggaku benar-benar goyah dan aku sudah menyerah. Namun, dia memilih untuk tetap melanjutkan dan berjanji untuk memperbaiki semua. When masyarakat Indonesia ramai menyerukan untuk reset Indonesia, aku sudah lebih dulu untuk reset diri sendiri dan relationshipku dengan suami.
Ini tidak bermaksud membuka aib tapi aku hanya ingin menotice apa yang selama ini aku upayakan untuk diriku sendiri. 2025 aku lebih melihat ke dalam diriku sendiri karena aku harus melindungi ketiga anakku. Aku lebih melihat apa yang aku butuhkan, apa yang harus aku pertahankan, apa yang harus aku kendalilan dan apa yang harus aku lepaskan. And the end of the day, aku berhasil untuk memaafkan diriku sendiri terlebih dahulu dan menerima semua kurangku tanpa menyalahkan irang lain. Insekyur? Hahahaha.. Tetap ada tetapi aku bisa jauh lebih menerima kurangku tanpa aku sibuk membandingkan diriku dengan yang lain.
Aku ya aku.. Aku yang otentik dan tidak meniru siapapun. Suka ya silahkan, tidak suka itu bukan urusanku.
Aku memaafkan suamiku dengan segala kurangnya. Namun aku juga harus berupaya mencintai dia lagi, lebih mencintai dia dengan semua yang sudah dia lakukan kepadaku. Sulit? Jelas tetapi yang terlihat saat ini, kita seperti potongan puzzle yang saling melengkapi. Meski tetap saja ego sama-sama tinggi namun kita tak mau lagi seperti yang sudah-sudah.
"Aku berupaya menepati komitmenku dari awal, mah. Karena bukan antara aku sama mama saja tapi ada Allah!"
Dan aku terdiam.
Selebihnya aku belajar tentang PRIORITAS. Dan dengan sadar aku memilih KELUARGA sebagai prioritasku. Aku tak lagi melarikan diri dengan mencari kesibukan di sekolah. Menunjukkan si paling sibuk agar setiap kali pulang tinggal capeknya dan tidur lalu menghindari quality time bersama suami dan anak. Aku tak lagi merasa rumah adalah tempat yang paling memuakkan yang harus aku hadapi setiap hari.
Aku belajar untuk aku pergi ke sekolah untuk menunaikan tugas sebagai budaknya negara. From 07.00 am to 14:15 pm. Setelahnya aku lepas "baju" itu beserta status sosial yang melekat bahwa 14:15 dan setelahnya aku bukan lagi guru. Melainkan aku adalah seorang pribadi, individu, ibu, istrinya Pak Diyon dan seorang warga masyarakat biasa.
Dan justru aku lebih menikmatinya. Menikmati keriuhan dengan ketiga anakku, sibuk dengan urusan domestik yang juga dibantu budhe, menikmati rengekan ketika mengetahui mamanya menyalakan laptop dan tidak boleh mengerjakan urusan sekolah di rumah. Papa terkadang merajuk jika aku lebih asyik dengan dracin dan menyendiri di kamar, sekedar motor-motoran keliling kampung naik scoopy berlima dan pulangnya membawa es krim dan cilok. Rejeki justru mengalir seperti air. Bilang apa aku? Alhamdulillah.
Ternyata aku sudah sejauh itu berjalan di 2025. Tak apa jika aku belum bisa menampakkan keberhasilan dari segi materi. Tetapi hatiku pelan-pelan sembuh, hubungan itu pelan-pelan membaik, bondingku dengan suami juga dengan keluarga besar semua membaik. Aku yakin ibu disana melihatnyapun juga ikut bahagia bahwa anak bontot yang rapuh ini ternyata kuat juga.
Mengupayakan bahagia, bersama anak-anak dan papa. Belajar saling agar bisa terus seirama. Setidaknya aku jauh lebih terberkati dan aku syukuri bahwa Tuhan memberikan pelangi setelah badai itu. Agar lebih erat bergandengan tangan dan seperti kata Deny Caknan "tatag mlakune, ra usah nunggu badai terang nanging sinau nari ning tengah udan!".

.png)


0 comments
Silahkan tinggalkan jejak di blog guru kecil ya. Mohon untuk tidak memberikan LINK HIDUP dalam kolom komentar. Jika memang ada,komen akan di hapus. Terimakasih;)